Sesatnya Majalah Al Wa'ie

Di dalam Majalah Al Wa'ie, No 199 Tahun XVII, 5-13 Maret 2017, majalah yang ditemukan di rumah terduga teroris, ada tulisan Rini Sarah, S.Kom, anggota Tim Media Muslimah (istilah ini tunggal atau jamak; bandingkan dengan istilah Muslimat di NU) Bogor. Isi tulisannya cukup membuat saya geleng kepala. Dia membedakan dengan tegas antara pendukung Khilafah dengan tidak. Begini tulisannya:

"Khilafah pasti tegak... Hanya saja, KAUM KAFIR TIDAK AKAN PERNAH RIDHA akan tegaknya Khilafah. Mereka dengan segala upaya berusaha menghalangi, menggagalkan dan mengaborsi setiap perjuangan untuk penegakannya" (hlm: 5).

Makna ringkasnya, siapa yang tidak setuju Khilafah maka dia terkategorikan kafir. Dan setiap orang yang kufur maka darahnya halal. Dan saya rasa, ini bisa memantik jiwa mereka-mereka yang dangkal memahami Islam secara luas. Mungkin ini juga yang membakar jiwa terduga teroris di Bandung untuk menjadi teroris.

Rini melanjutkan tulisannya, sebagai penegasan bahwa "dalam konteks Indonesia, kaum kafir menggunakan tangan agen-agennya untuk menghadang perjuangan ini (perjuangan Khilafah, pen)". Artinya bisa dua, Barat menitipkan anak buahnya berkeliaran di Indonesia untuk merusuhkan Indonesia dan beberapa orang Muslim Indonesia menjadi agen Barat.

Lebih jauh lagi, ketika Rini mengatakan:" Pasca ajaran Islam dikatakan mengganggu keberagaman dan tidak sejalan dengan kebinekaan". Selama pasca Aksi Bela Islam 212, di mana saya waktu ikut juga, HTI itu menunggangi saja dan membentuk opini seakan-akan mereka pelopor dalam setiap kegiatan; pengamatan saya tidak ada opini bahwa ajaran Islam dikatakan menggangu. Yang ada Khilafah mengganggu kestabilan masyarakat Indonesia.

Khilafah hanyalah sekelumit dari Islam, dia tidak bisa dan belum mampu mewakili Islam yang begitu luhur. Dan yang bertentangan dengan kebinekaan adalah gonggongan Khilafah itu sendiri bukan ajaran Islam yang rahmat, Islam yang dikenal di Indonesia.

Bagi saya, menghalangi gerakan HTI dengan mengusung Khilafah bukanlah kriminal terhadap ajaran Islam. Islam itu luas dan HTI bukanlah representasi Islam yang baik di Indonesia. Islam melalui Muslimnya, seharusnya lebih kontekstual membawa ajarannya. Agar Islam tampak terus segar dan tidak eksklusif.

Sekian utak-atik Majalah Al Wa'ei saat berbuka puasa. Indonesia bisa bahagia tanpa Khilafah.

0 Response to "Sesatnya Majalah Al Wa'ie"

Posting Komentar